Thursday, 26 April 2012

Kantor Pos Bandung : Sepenggal Cerita di Alun-alun Kota Bandung

Bandung mendapat julukan sebagai Parijs van Java karena keindahan penataannya dan taman-taman yang bertebaran di seluruh penjuru kota.

Wednesday, 25 April 2012

Kantorpos Yogyakarta di antara Keraton-Malioboro

Berbeda dengan Jakarta dan Semarang, Kota Yogyakarta tidak dilintasi Post Groote Weg (Jalan Pos Raya). Namun secara geopolitis kota ini memiliki arti penting pada masa lalu karena merupakan ibukota Kesultanan Yogyakarta sebagai salah satu kerajaan yang diakui keberadaannya oleh pemerintah Belanda.

Thursday, 19 April 2012

Kantor Pos Semarang : Gerbang Little Netherland of Semarang

Keberadaan Kantor Pos Semarang secara geografis berkaitan erat dengan perkembangan lingkungan sekitarnya, yaitu di Kota Lama yang disebut dengan Little Netherland, kawasan Jalan Pemuda (dulu pada zaman Belanda disebut Jalan Bojong), Pasar Johar sebagai pusat perbelanjaan tradisional Kota Semarang, dan lingkungan Jembatan Berok yang merupakan gerbang menuju Kota Lama.

Bagaimana Menjadi Pemimpin Yang Baik

Menjadi seorang pemimpin, baik di dalam keluarga, masyarakat maupun di kantor bukanlah suatu jabatan yang mudah. Namun demikian jika kita mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, tak perlu takut dan ragu untuk menerimanya.

Tuesday, 17 April 2012

Nostalgia Pak Pos dan Sepeda

Akoe toekang pos radjin sekali
Soerat koebawa naik sepeda
Siapa sadja akoe djalani
Tidak koepilih miskin dan kaya
Kriiiiiiiing.....kriiiiiiiing .....pos

Monday, 14 November 2011

Kantor Pos dari Masa ke Masa

Sejak kehadirannya di bumi Nusantara 265 tahun silam, Kantor Pos telah menjadi artefak yang kehadirannya memiliki pengaruh penting dalam perjalanan peradaban bangsa Indonesia.



Selama kurun waktu itu, Kantor Pos (bersama institusi yang menaunginya) sebagai sebuah tempat utama berlangsungnya aktivitas perposan, terus berevolusi baik secara fisik maupun fungsinya. Semula, Kantor Pos hanya ada satu dan ditempatkan pada salah satu bagian pada gedung pemerintahan Hindia Belanda di Batavia, kini di Indonesia sudah ada tak kurang dari 3.700 Kantor Pos.

Semula dikelola oleh satu hingga dua orang petugas, kini lebih dari dua puluh ribu orang terlibat dalam derap pelayanan yang telah menjadi bisnis besar berskala global. Semua peralatan yang digunakan awalnya seadanya dengan sarana pengangkutan sebatas kuda dan keretapos, kini selain terhubung secara online dengan teknologi telematika Pos sudah mendayagunakan kereta api, kapal laut, hingga pesawat kargo.



Layanan pun semakin beragam, dari pengiriman surat dan dokumen kini Pos sudah merambah ke pengiriman dana secara instan, bahkan melaju ke pelayanan total logistik, hingga e-commerce.

Kantor Pos juga menjadi tumpuan harapan ibu-ibu rumah tangga dalam membayar listrik, air dan telepon, sama pentingnya bagi perusahaan yang menyetor kewajiban pajaknya atau mencairkan kredit dari lembaga perbankan. Pak Guru-Bu Guru honorer mengingat Kantor Pos sebagai tempat mencairkan gaji bulanan mereka.

Kantor Pos juga menjadi tumpuan harapan kelurga atau kerabat para pahlawan devisa di kampung terpencil mencairkan kiriman Western Union (WU) dari negeri yang jauh. Masyarakat tertinggal menunggu penuh harap untuk bisa datang ke Kantor Pos agar segera mencairkan dana sosial. Sementara para filatelis rajin ke Kantor Pos untuk berburu prangko terbaru yang terbit.


Ya, Kantor Pos punya arti yang banyak bagi rakyat Indonesia. Setiap anak bangsa ini pasti punya kenangan sendiri dengan Kantor Pos. Sampai-sampai, pada masa reformasi Reformasi 1998 di Yogyakarta, ketika amarah kerap berbuah destruksi, para mahasiswa yang berdemo di jalanan dengan sigap mengawal Kantor Pos yang ada di pusat kota. "Jangan sampai ada yang merusak Kantor Pos,"kata mereka. Alasannya sederhana, dari Kantor Pos itulah surat-surat dan weselpos dikirimkan orang tua mereka dari kampung halaman.



Kantor Pos adalah tempat. Dan sebagai tempat, ia senantiasa dibutuhkan oleh masyarakatnya. Setidaknya, untuk melakukan aktiviatas perposan. Tapi sesungguhnya lebih dari itu, Kantor Pos dapat memainkan peran yang lebih, karena Kantor Pos adalah salah satu titik penting pengembangan peradaban sebuah bangsa.